Review Pertemuan 1 Sanitasi dan Toksikologi Lingkungan

Halooo, udah lumayan agak lama nggak nulis blog lagi, sekarang di semester 4 ini aku dapet tugas tiap minggu harus ngereview tiap pertemuan di mata kuliah Sanitasi dan Toksikologi Lingkungan. Nah pada hari Jumat, 17 Agustus 2019 dilakukan persentasi dimana mahasiswa dibagi menjadi 3 kelompok yang masing masing kelompok diberikan materi yang berbeda beda. Secara keseluruhan resume dari materi hari ini yaitu Sanitasi lingkungan adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup manusia (WHO).

 Tujuan dari sanitasi adalah menjamin kebersihan lingkungan manusia sehingga terwujud suatu kondisi yang sesuai dengan persyaratan kesehatan (Mengembalikan, memperbaiki, dan mempertahankan kesehatan manusia).Sedangkan Toksikologi adalah bidang ilmu yang yang bersifat multidisiplin yang berhubungan dengan pengaruh merusak dari berbagai agen kimia, biologi, fisik terhadap organisme hidup. Duffus (1980), Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh senyawa racun yang terjadi di alam dan lingkungan buatan manusia. Ruang lingkup nya terdapat 3, yaitu 1) Sumber racun, termasuk jenis, jumlah dan sifatnya, 2) Distribusi di dalam media udara, tanah dan air, dan 3) Efek toksisitasnya terhadap flora, fauna, tanaman, hewan ternak dan manusia.

Permasalahan di masyarakat yang berhubungan dengan sanitasi diantaranya: 1) Sanitasi yang buruk menyumbang angka 88 persen pada kematian anak akibat diare di seluruh dunia, 2) Perilaku penduduk yang terbiasa BAB disembarang tempat khususnya di badan sungai, 3) Pengelolaan sampah rumah tangga belum dikelola dengan baik, 4) Kurangnya akses ketersediaan air bersih. PAMSIMAS merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses jumlah warga miskin pedesaan yang dapat terlayani perbaikan pelayanan serta fasilitas air minum dan sanitasi serta untuk meningkatkan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat. Kriteria desa sasaran yaitu belum pernah mendapatkan program PAMSIMAS, memiliki potensi sumber air baku, dan adanya kesanggupan masyarakat untuk memenuhi persyaratan mengikuti program.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomot 1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persayaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, sanitasi di tempat kerja meliputi Ruang kerja yang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang cukup, kamar mandi yang memiliki saluran pembuangan air lancar dan tidak berbau serta pembuangan septictank leher angsa, kantin yang lokasinya tidak jauh dari TPS dan tidak lembab, parkiran dan basement yang memiliki penyedot udara serta tempat pembuangan sampah yang kokoh dan tidak menimbulkan bau. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Penyebab stunting adalah gizi ibu dan praktik pemberian makan yang buruk, sanitasi yang buruk, dan anak yang terlahir akibat sindrom alcohol/FAS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tipe respon hewan (cacing tanah)

Pengaruh faktor lingkungan terhadap kehidupan hewan akuatik

Aktivitas harian bekicot