metode sampling hewan tanah
Pada minggu kedua setelah praktimum mengenai akrivitas bekicot aku melakukan praktikum mengenai metode sampling hewan tanah, tujuan dari praktikum ini adalah melihat komposisi, kehadiran, dan peran fauna tanah bagi lingkungan. Alat dan bahan yang dibutihkan pada saat praktikum adalah cangkul, penggaris dan skop. Metode sampling yang dilakukan adalah metode sortir dengan tangan dan menggunakan dua petak yaitu 30cm x 30cm dan 60cm x 60cm. Kelompok aku mendapat tugas mengamati fauna tanah di area terbuka yaitu dekat lapangan voli. Pada petak 30cm x 30cm didapatkan fauna tanah diantaranya di kedalaman 0-5 semut sebanyak 2 dan rayap sebanyak 5, pada kedalaman 5-10 cacing besar sebanyak 1 dan pada kedalam 10-15 tidak ada fauna tanah yang ditemukan. Sedangkan pada petak 60cm x 60cm didapatkan fauna tanah diantaranya di kedalaman 0-10 cacing besar sebanyak 2 ekor, cacing kecil 1ekor, semut 1 ekor dan rayap 4 ekor, pada kedalaman 10-20 cacing kecil 3 ekor, semut 1 ekor, pada kedalaman 20-30 cacing kecil 3 ekor, semut 1 ekor dan anak kelabang 1 ekor.
Setelah dilakukannya pengamatan tersebut pada tahan terbuka yaitu di lapangan voli area 1 pada petak 30cm x 30cm didapatkan bahwa fauna yang paling dominan yaitu rayap sebesar 62,5%. Pada petak 60cm x 60cm didapatkan fauna yang paling mendominasi adalah cacing sebesar 53%. Pada tanah terbuka yaitu lapangan voli area 2 didapatkan bahwa fauna yang pling dominanan adalah cacing sebesar 100% karena tanahnya ditumbuhi oleh vegetasi yang memiliki kelembaban dan berwarna hitam, tanah tersebut memiliki kandungan BO yang tinggi. Hal tersebut sangat digemari cacing karena cacing berperan dalam menguraikan bahan organik menjadi humus. Maka fauna tanah dapat dijadikan peran sebagai bioindikator pada tanah.

thx infonya
BalasHapus